Tips Meripping Audio CD

Tips Meripping Audio CD


Audio spectrum JKT48 Jejak Awan Pesawat AIFF 16-bit 44100Hz.

Hai! Kerabat Gembos Nge-Blog. Apa kabar? Semoga senantiasa dalam keadaan baik ya. Kita langsung saja ya. Tulisan Kami kali ini merupakan pelengkap dari tulisan Kami sebelumnya, yaitu Cara Mengetahui 'Kemurnian' Sebuah Audio CD.

Baik. Bila Kita mundur ke belakang. Kira - kira 10 atau belasan tahun yang lalu atau zaman - zaman nya portable media player seperti USB MP3. Banyak bertebaran tips - tips dalam memilih portable audio player. Karena pada saat itu. Portable audio player yang ada dipasaran kebanyakan masih berkamampuan lossy, artinya hanya bisa memainkan berkas suara berkualitas MP3. Sementara seperti yang Kita ketahui bersama. Kualitas berkas suara ada yang berkualitas lossless. Lossless sendiri terbagi menjadi dua sifat, yaitu compressed dan uncompressed.

Sekarang eranya gawai Android dan apakah gawai Android sudah bisa memainkan berkas suara berkualitas lossless compressed? Kita cari tahu yuk. Tapi sebelumnya, berikut adalah tips meripping audio CD sesuai kebutuhan.

  • Perhatikan player yang hendak digunakan. Dalam hal ini adalah ponsel pintar Android. Apakah telah mendukung berkas suara lossless atau tidak. Baik itu lossless compressed maupun lossless uncompressed.

Di sebuah ponsel pintar Android ada 2 aspek yang harus diperhatikan yaitu; pertama adalah hardware dan yang kedua adalah software. Di tingkat software pun masih ada 2 aspek lagi yang juga harus diperhatikan, yang pertama Android nya itu sendiri dan yang kedua aplikasi pemutar suaranya. Dikutip dari Android Supported Media Formats. Bahwa sistem operasi Android 3.1 mampu melakukan decoding alias pemutaran berkas suara FLAC 16 bit 44100 Hz. Tapi yang harus diingat bahwa pemutaran tersebut dilakukan secara software alias SW Decoding.

Kami masih ingat betapa beratnya beban gawai Samsung Galaxy Ace Plus GT-S7500 Kami saat dipakai untuk memainkan berkas FLAC. Meski sudah di upgrade ke Android JB 4.2 bahkan Android KK 4.4, namun tetap saja kemampuan hardware tidak bisa berbohong dan sejak saat itu Kami mulai berburu beragam gawai dengan SOCs mulai dari Snapdragon, MediaTek, Spreadtrum, NovaThor, Exynos, Kirin, Tegra hingga Atom. Tujuannya hanya untuk mengetahui, butuh SOCs seperti apa agar bisa melakukan pemutaran berkas suara secara HW Decoding.

Tapi Kami dapat menyimpulkan bahwa gawai dengan SOCs Snapdragon mampu memberikan keluaran suara yang enak karena setiap SOCs Snapdragon dibekali DSP Hexagon. 'DSP?' Yup. Digital Signal Processor. DSP adalah sebuah mikroprosesor khusus, yang mana arsitekturnya dioptimalkan untuk kebutuhan operasional pemrosesan sinyal digital. Kamu punya perangkat gitar efek? Coba bongkar. Didalam perangkat tersebut pasti didapati sebuah DSP. Umumnya DSP pada perangkat gitar efek adalah buatan Texas Instruments.

'Jadi SOCs selain Snapdragon keluaran suaranya jelek?' Kami tidak sepakat dengan keseimpulan seperti itu. Pasalnya setiap SOCs punya kelebihan masing - masing. Saya pernah berdebat dengan kawan Saya perihal bagus mana FLAC dengan AIFF. Mungkin jika FLAC vs MP3, Kami tidak sampai berdebat.



Dua perangkat lunak tersebut sangat powerful untuk kegiatan ripping audio CD. Selain ringan, keduanya berstatus free software. 'Bukannya Foobar2000 adalah audio player?' Itu yang Kalian tahu atau yang Kalian maksud aplikasi Foobar2000 untuk Android. Foobar2000 untuk platform PC/Laptop Windows mempunyai kemampuan ripping audio CD. Bahkan Foobar2000 mampu meripping audio CD ke format WAV 24 bit.

Sedangkan CUERipper, sama powerful nya dengan Foobar2000. Tapi selama yang Kami ketahui, CUERipper memberikan hasil untuk semua format yaitu 16 bit. Tapi bagus nya. CUERipper tidak membutuhkan perangkat lunak pendamping bila Kalian ingin meripping audio CD ke M4A codec ALAC. Berbeda dengan Foobar2000 yang wajib membutuhkan perangkat lunak iTunes bila Kalian  hendak meripping audio CD ke M4A codec ALAC.

Simak gambar berikut ini.


Spektrum berkas WAV 16 bit 44100 Hz.


Spektrum berkas WAV 24 bit 44100 Hz.

Tools yang Kami gunakan adalah Spectro. Sesuai namanya, perangkat lunak tersebut menampilkan hasil frekuensi dalam bentuk spektrum dari sebuah berkas suara yang dipindai. Untuk bit nya sendiri, bila ingin mengetahui perbedaannya, sangat disarankan dengan cara uji dengar. Tentunya dengan komposisi peralatan yang baik dan benar serta telinga yang sensitif.


Sebenarnya ada piranti perangkat lunak yang bisa mendefinisikan bit pada audio. Namanya, Lossless Audio Checker. Dengan bantuannya. Audio 24 bit diartikan sebagai 'upscaled'. Iya, karena proses merubah bit pada audio disebut upscaled.

Format audio lossless tak hanya FLAC dan WAV saja. Memang kedua format audio tersebut adalah format yang sangat populer, khususnya di kalangan audiophile. Tapi Kami ingin menunjukkan ke kerabat Gembos bahwa ada format audio lossless lain, selain FLAC dan WAV.


Yang pertama ada format APE. Format tersebut serupa dengan FLAC. Jika FLAC memiliki level compressed  atau preset dari 1 hingga maksimal 8. APE juga memiliki level compressed namun bukan dalam angka melainkan dalam sebutan (fast, normal, high, extra dan insane).

Selanjutnya adalah TTA. Terdengar asing format tersebut? Padahal format tersebut sudah ada sejak lama dan menurut Kami format tersebut mempunyai kualitas serupa dengan ALAC.

Terakhir ada AIFF. Yang mana merupakan kependekan dari Audio Interchange File Format. AIFF adalah format audio yang dikembangkan oleh Apple dan digunakan pada sistem komputer Apple Macintosh.

'Beragam juga ya format - format audio lossless?' Yup. Tapi sayangnya. Format - format seperti APE dan TTA kurang begitu populer. Kenapa? karena dukungan hardware dan software terhadap kedua format audio tersebut tidak begitu banyak. Dan ujungnya, dapat Kami pastikan bahwa tidak semua gawai Android bisa memainkan kedua berkas tersebut. Jangankan secara hardware. Secara software, Android Lollipop, belum bisa memainkan berkas TTA.

Perbedaan hardware dan software decoding dapat Kalian baca DISINI!.

Baik. Sampai disini dulu tulisannya dan di postingan selanjutnya, Kami akan beri bahasan gawai Android seperti apa yang cocok untuk dijadikan portable audio player.