Translate

Jumat, 01 Desember 2017

Review AMD APU A6-5400K (Melihat Lebih Dekat)

Review AMD APU A6-5400K (Melihat Lebih Dekat)


AMD APU A6-5400K.

Banyak yang menilai 'tua' ketika mendengar kata APU Trinity, begitu pula dengan Kami. Namun Kami sangat bangga ketika mendapat kesempatan untuk mereview salah satu APU keluarga Trinity. APU tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah A6 5400K, A6 5400K dirilis pada oktober 2012 membawa soket FM2 dan termasuk kedalam APU kelas elite.

'Untuk apa Kami mereview APU keluaran 2012 di akhir tahun 2017?' Awal mulanya. Salah satu pakde (baca: Paman) Kami datang kerumah dan meminta tolong untuk "dihidupkan kembali" PC AMD nya karena akan digunakan untuk mengedit video menggunakan Corel Video Studio X5 Pro. 'Dihidupkan kembali?' Benar. PC AMD tersebut telah koma selama hampir 4 tahun dan selama itu belum ditemukan kerusakannya. Kamipun segera mencari penyebab kerusakannya. Singkat cerita. PC akhirnya hidup kembali.

Melihat Lebih Dekat A6 5400K.

  • A6 5400K adalah APU Trinity soket FM2. Meski demikian, APU tersebut bisa ditancapkan di motherboard FM2+. Chipset FCH motherboard soket FM2 hanya ada 3, yakni A55, A75 dan A85X. A55 sendiri adalah seri terendah. Sementara chipset FCH motherboard soket FM2+ ada 4 seri, yaitu A58, A68H, A78 dan A88X.
  • A6 5400K mempunyai TDP yang rendah yakni hanya sebesar 65W. Berkat nilai TDP yang rendah, A6 5400K cocok dijadikan sebagai HTPC dan masih tergolong aman bila menggunakan HSF Stock. Namun bila ingin mengoptimalkan A6 5400K, sangat dianjurkan menggunakan HSF after narket seperti Cooler Master TX3 Evo atau yang lainnya.
  • A6 5400K mendukung konfigurasi dual-channel (29.9 GB/s) RAM hingga kecepatan 933MHz (1866MT/s). Single-side bahkan Dual-side RAM.
  • Mengingat A6 5400K adalah sebuah APU. Ia dipersenjatai dengan iGPU Radeon HD 7540D, yang mempunyai jumlah shader core sebanyak 192 dan memiliki kecepatan 760MHz. Radeon HD 7540D sendiri dapat di Dual-Graphics a.k.a Hybrid CrossfireX dengan GPU diskrit seri tertentu, salah satunya GPU Radeon HD 6570 yang mempunyai code name Turks PRO.

Setelah itu. Kami mencoba memainkan 2 game kesukaan Kami hanya dengan mengandalkan iGPU pada A6 5400K, yakni Left4Dead 2 dan Counter-Strike: Global Offensive.

Pembacaan CPU-Z.

Berikut ini adalah spesifikasi lengkap dari sistem Kami:

  • CPU + Cooler: AMD APU A6 5400K + Stock HSF.
  • Motherboard: Gigabyte FM2A55M-DS2 (rev. 1.0).
  • RAM: Visipro 2GB single-side 1333MT/s PC3-10600 CL9 dan V-Gen 2GB dual-side 1333MT/s PC3-10600 CL9 (dual-channel).
  • GPU: Radeon HD 7540D (Integrated, shared memory 768MB).
  • Storage: HDD Seagate 320GB SATA2 (3 Gbit/s) 7200RPM.
  • Casing + PSU: Powerlogic Modena GT 200 + Magnum 250W Pure.
  • OS: Windows 7 Professional 64bit SP1.
  • Driver: Catalyst-15.7.1-oct30.
  • Monitor: LCD AOC 15.6" 1620SW 1366x768 D-SUB.

Mungkin Kalian pernah membaca artikel di tempat lain yang memberitahukan bahwa VRAM Radeon 7540D adalah 512MB. Sebenarnya besaran VRAM tersebut dapat Kalian tentukan sendiri melalui BIOS. Tapi kali ini. Settingan BIOS motherboard yang Kami gunakan berada di nilai 'default'.

Pembacaan GPU-Z.

Berikut hasilnya.

Counter-Strike: Global Offensive.


Setting in gamenya:


  • Resolusi: 16:9 1366x768 Fullscreen.
  • Global Shadow Quality: Very Low.
  • Model / Texture Detail: Low.
  • Effect Detail: Medium.
  • Shader Detail: Very High.
  • Multicore Rendering: Enabled.
  • Multisampling Anti-Aliasing Mode: None.
  • Texture Filtering Mode: Bilinear.
  • FXAA Anti Aliasing: Enabled.
  • Motion Blur: Disabled.

Gambar diatas adalah hasil ketika opsi 'Wait for Vertical Sync: Disabled'.

Sedangkan gambar diatas adalah hasil 'Wait for Vertical Sync: Enabled'.

Left4Dead 2.


Setting in Gamenya.


  • Resolusi: 16:9 1366x768 Fullscreen.
  • Anti-Aliasing Mode: None.
  • Filtering Mode: Trilinear.
  • Shader Detail: Low.
  • Effect Detail: Medium.
  • Model / Texture Detail: High.
  • Multicore Rendering: Disabled.
  • Paged Pool Memory Available: High.

Gambar diatas adalah hasil ketika 'Wait for Vertical Syns: Disabled'.

Sedangkan gambar diatas adalah hasil menggunakan 'Wait for Vertical Sync: Enabled (Triple Buffered).

'Beda ya hasilnya ketika Wait for Vertical Sync Enabled dan Disabled?' Yup. Begitulah. Wait for Vertical Sync adalah penyeimbang karena seharusnya FPS yang dihasilkan dari game berbanding lurus dengan refresh rate monitor. Kalau refresh rate monitornya 50HZ, atur gamenya sedimikian rupa agar menghasilkan FPS 50-an. 'Apa yang terjadi bila FPS lebih besar dari refresh rate?' Tampilan mengalami stutter. Masih banyak yang tidak menyadari hadirnya stutter saat sedang bermain game.

Memang dulu penyeimbang dilakukan oleh software tapi sejak tahun 2013 sudah ada hardwarenya yang mampu mengatasi masalah stutter. 'Kalian pernah dengar Free-Sync dan G-Sync?' Ya. Keduanya adalah hardware (chip) bikinan AMD dan NVidia untuk mengatasi masalah stutter yang dibenamkan kedalam monitor. Alhasil monitor yang ber-chip Free-Sync maupun G-Sync mempunyai kemampuan refresh rate yang dinamis, dalam artian punya kemampuan minimum dan maximum refresh rate di resolusi bawaan.

O iya. Radeon HD7450D juga bisa di Dual-Graphics a.k.a HybridCrossfireX lho. Berikut adalah tabelnya.



‘Trinity’ Desktop
A10-5xxx
A8-5xxx
A6-5xxx
Codename
Card Brand










Turks PRO
Radeon HD6570


Y
Y
Turks XT
Radeon HD6670

Y


Turks PRO-L
Radeon HD 7570 (DDR3/GDDR5)

(Y/Y)
(Y/Y)
(Y/N)
Turks XT
Radeon HD 7670

Y
Y








Pilihan ideal GPU card untuk Dual-Graphics adalah HD6570.

Mau tahu review adiknya Trinity A6 5400K (Richland A6 6400K)? Baca DISINI! atau mau baca review lain dari Trinity A6 5400K, ada DISINI! Kamu juga bisa membangun sistem HTPC berdasarkan  A6 5400K atau dengan keluarga soket FM2 lainnya, tutorialnya ada DISINI! dan DISINI!.


Kesimpulannya. APU A6-5400K cocok untuk kegiatan komputasi ringan seperti mengetik, browsing, mendengarkan musik, streaming audio and video, editing foto dan video sederhana serta bermain game casual.

Meski memiliki rating TDP rendah tapi sangat disarankan untuk meenggunakan HSF third-party seperti Cooler Master Hyper TX3 Evo, DeepCool Ice Blade 200M, DeepCool Gammax 300, atau ID-Cooling SE-903.

Akhir kata. Sampai disini review singkat dari Kami. Semoga bermanfaat.