Spark Go 3 adalah Kemunduran Nyata Tecno
Gembos Nge-Blog – SIDOARJO. Spark Go adalah salah satu varian hape dari Tecno. Keluarga Spark sendiri terdiri dari seri Go, seperti Go 1, Go 2 dan seterusnya dan seri Number, seperti Spark 20, Spark 30 dan seterusnya. Spark seri Go, oleh Tecno diposisikan sebagai hape sejuataan. Adapun Spark seri Number diposisikan di atasnya.
Tecno memperkenalkan varian Spark Go 1 di Indonesia pada Agustus 2024 silam. Kemudian di lanjut Spark Go 2 pada Juni 2025 dan disusul Spark Go 3 pada Januari 2026. Jarak perilisan antara Spark Go 1 dan Spark Go 2 menurut Kami sangat ideal. Oleh sebab itu menghasilkan unit yang sama-sama punya nilai tinggi.
Tecno Spark Go 1 memberikan nilai lebih berkat chipsetnya yaitu UNISOC Tiger T615 dibanding kompetitornya yang mengandalkan MediaTek Helio G36. Kompetitor yang Kami maksud adalah Redmi A3. UNISOC Tiger T615 dan MediaTek Helio G36 adalah chipset 8 inti CPU tapi kesemua inti CPU MediaTek G36 adalah Cortex-A53 dengan konfigurasi 4 inti Cortex-A53 2.2GHz dan 4 inti Cortex-A53 1.6GHz. Adapun UNISOC Tiger T615 2 inti Cortex-A75 1.8GHz dan 6 inti Cortex-A55 1.6GHz.
Redmi A3 memang rilis lebih dulu daripada Tecno Spark Go 1 tapi sungguh dipertanyakan keputusan Redmi membekali seri hape A3 dengan chipset Helio G36. Mereka bisa melakukannya lebih baik dengan memberikan chipset Helio G81 karena konfigurasi CPU pada Helio G81 memiliki kemiripan dengan UNISOC Tiger T615 yaitu sama-sama membawa inti performa Cortex-A75 dan inti hemat daya Cortex-A55.
Pemberian inti Cortex-A75 berdampak pada performa chipset ketimbang berisi semua inti Cotex-A53 seperti pada MediaTek Helio G36 atau Cortex-A55 seperti pada UNISOC Tiger T603/T7100/SC9863 yang diatur big/LITTLE dengan mode HMP (Heterogeneous Multi Processing) sekalipun. Inti Cortex-A53 dapat diberikan L2 cache shared sebesar 128KB hingga 2MB dengan fungsi Error Correction Control (ECC). Adapun Cortex-A55 dapat dibangun L3 cache shared sebesar 512KB hingga 4MB juga dengan fungsi ECC.
Perlu diketahui bahwa L2 cache untuk Cortex-A53 dan Cortex-A55 sama-sama optional. Jadi vendor seperti MediaTek dan UNISOC atau yang lainnya memiliki keleluasaan dalam pemberian memori L2 cache pada rancangan chipset mereka. Tapi letak L2 cache Cortex-A55 dekat dengan L1 cache. Praktis rancangan tersebut mempunyai waktu tunggu akses memori yang rendah. Selain itu Cortex-A55 juga dapat diberi L3 cache tapi letaknya di luar cluster inti CPU. Ini berbeda dengan Cortex-A53 yang tidak dapat diberi L3 cache dan letak L2 cachenya di luar cluster inti CPU.
"L2 cache pada Cortex-A55 adalah optional. L3 nya pasti juga optional." Pernyataan tersebut benar lalu mengapa Cortex-A55 dirancang seperti itu? Untuk dapat menemani inti Cortex-A75, Cortex-A76, Cortex-A77 dan Cortex-A78. L2 cache untuk keempat seri Cortex-A7x sendiri mutlak harus ada dan keberadaannya berpengaruh pada penjadwalan CPU big/LITTLE umumnya. Itulah sebabnya chipset dengan komposisi Cortex-A75 dan Cortex-A55 adalah chipset generasi pertama yang disebut chipset DynamIQ.
Mengingat UNISOC Tiger T615 dibekali inti Cortex-A75 jadi dipastikan chipset tersebut memiliki L2 cache tapi untuk besarannya mungkin hanya 128KB jadi nilai performa hape Tecno Spark Go 1 lebih bisa diapresiasi daripada Redmi A3. Meski hape A3 nampak payah dari sisi chipset tapi Redmi menjanjikan 2 pembaruan utama Android dan pembaruan patch keamanan 3 tahun. Ini yang menjadi nilai lebih Redmi A3. Adapun Tecno Spark Go 1 tidak menyebut tentang pembaruan Android maupun patch keamanan.
Bagaimana Spark Go 2? Hape Tecno Spark Go 2 melanjutkannya dengan memberikan UNISOC T7250 yang mana itu adalah Tiger T615. Tecno Spark Go 1 dan Tecno Spark Go 2 adalah hape dengan spesifikasi dan fitur yang sama, perbedaannya hanya pada versi Android. Tecno Spark Go 1 datang bersama Android 14 dengan antarmuka HiOS 14, adapun Tecno Spark Go 2 datang bersama Android 15 dengan antarmuka HiOS 15.
Lalu bagaimana dengan Tecno Spark Go 3? Tecno Spark Go 3 sendiri hadir begitu cepat, hanya berjarak 7 bulan dari generasi sebelumnya. Di atas kertas spesifikasinya masih sama dengan Spark Go 2. Ada peningkatan di bagian layar yang lebih luas menjadi 6.74 dari sebelumnya 6.67 inchi. Hanya itu? Ya. Itu saja peningkatannya. Selain itu semuanya tetap.
Tecno Spark Go 3 datang bersama Android 15 dengan antarmuka HiOS 15, masih mengandalkan chipset UNISOC T7250 dan menawarkan konfigurasi terluas yaitu RAM 4GB dan internal 128GB. Berbeda dengan Tecno Spark Go 2 yang menawarkan konfigurasi terluas RAM 4GB dan Internal 256GB. Terkait jenis penyimpanan internal, Kami asumsikan Tecno memberikan jenis eMMC5.1 untuk kesemua seri Spark Go.
Penyimpanan 128GB adalah konfigurasi ideal untuk saat ini bahkan sejak 2 tahun lalu. Apalagi jika Kamu aktiv di aplikasi Whatsapp, produktif menggunakan alikasi Canva atau sejenisnya, kesehariannya memakai aplikasi Google Dokumen, Spreadsheet serta Slide dan kreatif dengan aplikasi Snapseed maupun Google Foto. Hasil foto dan video dari kamera hape Tecno Spark Go 3 pun terbilang cukup, meski Kami memakai Tecno Spark Go 1 tapi Kami dapat mengatakannya demikian.
Bicara kamera. Foto dan video yang dihasilkan Tecno Spark Go 3 terbilang bagus dikondisi yang terkendali dan masih tetap yaitu menghasilkan resolusi 13MP untuk foto dari kamera belakang, 8MP dari kamera selfie dan 1080p30 untuk video. Tapi sangat disayangkan Tecno meniadakan dual-LED flash untuk menemani kamera selfie. Inilah yang membuat Kami dapat menyatakan bahwa hape Spark Go 3 adalah kemunduran nyata Tecno.
Apalagi kemunduran yang Mereka buat? Tecno menjadikan Spark Go 3 sebagai hape single speaker dan itu sangat menyebalkan. Dua seri sebelumnya, Tecno memberikan konfigurasi dual speaker dan kualitasnya dapat diterima, setidaknya pada seri Spark Go 1. Bagi Kami, absennya dual-LED flash pada kamera selfie dan konfigurasi single speaker menjadikan Spark Go 3 buruk.
Kesimpulan.
Mungkin masih banyak yang ragu terhadap seri hape Spark Go dari Tecno. Asalkan penggunaan bukan untuk gaming yang kompetitif, hanya pemakaian casual dan harian, seri tersebut tergolong cukup. Mungkin ada yang khawatir karena pilihan opsi RAM hanya 4GB. Tenang. Tecno memberikan antarmuka HiOS dengan basis Android Go. Android Go berbeda dengan Android One dan Android Go sangat ringan.
Baik. Sampai disini tulisannya. Semoga bermanfaat dan membantu. Satu harapan Kami terhadap seri Spark Go. Semoga Tecno memberikan satu update versi Android serta dua atau tiga tahun security patch karena Redmi dapat memberikan hal tersebut bahkan lebih. Sangat disayangkan bila Tecno tidak meniru kebaikan yang dilakukan oleh Redmi.





