Pilih HDD Enclosure USB Full-Speed, High-Speed atau SuperSpeed
Gembos Nge-Blog – SIDOARJO. Selamat datang kembali. Mohon maaf cukup lama Kami tidak memberikan postingan terbaru. Baik. Tulisan kali ini berangkat dari keresahan karena beragamnya HDD enclosure. Entahlah apakah HDD enclosure masih dibutuhkan di tahun 2026? Tapi yang jelas jawaban untuk pertanyaan yang mendasar yaitu apakah HDD masih dibutuhkan di tahun 2026? Tentu saja, masih dibutuhkan. Di tengah keadaan melambungnya harga chip memory, penyimpanan HDD lebih dibutuhkan. Sekalipun harga chip memory kembali ke harga semestinya, Kami rasa HDD masih jadi primadona.
Seperti yang sudah Kami jelaskan bahwa postingan kali ini berangkat dari keresahan Kami mendapati beragamnya HDD enclosure di pasar Indonesia. Produk-produk HDD enclosure tersebut ada yang diperuntukkan HDD PATA dan SATA tapi bahasan kali ini hanya pada SATA berukuran 2,5 inchi tapi jangan khawatir karena masih dapat disangkutkan pada SATA 3,5 inchi.
Terlepas dari ukurannya 2,5 atau 3,5 inchi, HDD SATA ditentukan secara matematis menjadi 3 spesifikasi yaitu SATA I 1,5 Gigabit/s (187,5 Megabyte/s), SATA II 3 Gigabit/s (375 Megabyte/s) dan SATA III 6 Gigabit/s (750 Megabyte/s). Tapi untuk mempermudah dipakailah nama SATA I (Serial-ATA 150 MB/s), SATA II (Serial-ATA 300 MB/s) dan SATA III (Serial-ATA 600 MB/s). Informasi spesifikasi tersebut juga dapat ditemukan pada stiker dipermukaan HDD.
Enclosurenya sendiri juga punya protokol yaitu USB Full-Speed (USB 1.0), USB High-Speed (USB 2.0) dan USB SuperSpeed (USB 3.0). Protokol-protokol tersebut punya spesikasi secara metematis yaitu USB 1.0 1,5 Megabyte/s (12 Megabit/s half-duplex), USB 2.0 60 Megabyte/s (480 Megabit/s half-duplex) dan USB 3.0 625 Megabyte/s (5 Gigabit/s symmetric).
Dikarenakan mempunyai protokol, praktis HDD enclosure juga punya antarmuka. Umumnya HDD enclosure USB 1.0 dan 2.0 memberikan antarmuka. Pertama. Host dan peripheral USB standard-A atau USB A-to-USB A. Kedua. USB standard-A untuk host dan mini-B untuk peripheral atau USB A-to-mini B. Seperti yang bisa Kita lihat bersama pada gambar dibawah ini.
Sementara HDD enclosure USB 3.0 umumnya memberikan antarmuka. Pertama. USB standard-A untuk host dan micro-B untuk peripheral atau USB A-to-micro B. Kedua. USB standard-A untuk host dan standard-B untuk peripheral atau USB A-to-USB B dan antarmuka ini adalah antarmuka pasti untuk enclosure 3,5 inch. Ketiga. USB standard-A untuk host dan type-C untuk peripheral atau USB A-to-Type C. Keempat. Type C-to-Type C.
Lalu muncul pertanyaan ‘Beragamnya antarmuka HDD enclosure, apakah beragam pula performanya?’. Bicara HDD enclosure tidak hanya tentang antarmuka tapi juga tentang ‘bridge’ atau chipset. Chipset ini yang menjadi tolok ukur kemampuan HDD enclosure dalam menampung HDD. Mulai dari kapasitas, 1TB, 2TB dan seterusnya, juga protokolnya mulai dari SATA I, SATA II atau SATA III.
Pada pengujian kali ini Kami menggunakan HDD Seagate Momentus Thin 7200rpm 2,5” ST320LT007 – 9ZV142. Ini adalah sebuah harddisk dari Seagate seri Momentus Thin, berkapasitas 320GB, berkecepatan putaran 7200rpm dan dibekali 16MB cache. Meski sama-sama dari seri Momentus Thin dan berbekal cache 16MB, HDD ST320LT007 dan HDD ST500LT012 yang ada pada postingan Kami yang berjudul ‘Membandingkan Kinerja HDD Enclosure Entry Level’ memiliki perbedaan yang fundamental yakni pada kecepatan putaran yangmana ST500LT012 berkecepatan 5400rpm.
Sebelum masuk ke hasil pengujian, berikut adalah spesifikasi harddisk yang Kami gunakan, yang dikenali oleh perangkat lunak CrystalDiskInfo.
Dan berikut adalah tampilan pengaturan pada CrystalDiskMark.
Pengujian pertama. Kami menggunakan enclosure umum, transparan sehingga terlihat futuristik dengan controller JMicron JM20329. Oleh perangkat lunak Hard Disk Sentinel Pro, bridge atau controller tersebut dikenali sebagai VID:152D, PID:2329.
Di pengujian kedua. Kami menggunakan enclosure sederhana berwarna hitam matte dengan controller INIC-1618.Ini adalah controller dari Initio Corporation dan dikenali sebagai VID:13FD, PID:0840.
Pengujian ketiga. Kami menggunakan enclosure dengan controller yang dikenali sebagai VID:152D, PID:0577. Pada enclosure tersebut terdapat bridge atau controller JMicron JMS577.
Pengujian terakhir dan tidak kalah pentingnya, Kami menggunakan enclosure dengan controller yang dikenali sebagai VID:0BDA, PID:9201. Ini adalah controller RTL9201 dari Realtek Semiconductor Corp.
Jika Kalian memperhatikan gambar hasil pengujian yang telah Kami berikan. Dua diantaranya menunjukkan kecepatan baca dan tulis diangka 30-an MB/s dan dua lainnya diangka 100-an MB/s. Apakah Kalian mengetahui yang membuat perbedaan hasil kecepatannya? Jika jawabannya karena chipset, itu ada benarnya. Enclosure yang memberikan kecepatan baca tulis sekitar 100 MB/s dijembatani oleh chipset JMS577 dan RTL9201.
Chipset JM577 patuh dengan spesifikasi SATA II dan SATA III, USB Attached SCSI Protocol (UASP) dan patuh dengan USB 3.1 gen. 1. sehingga mendukung S.M.A.R.T, APM, NCQ. GPL, operasi USB Super-Speed/High-Speed/Full-Speed serta mendukung mode hemat daya USB 2.0 dan USB 3.1 gen. 1. Sedangkan chipset RTL9201 juga punya kepatuhan yang sama sehingga memberikan dukungan yang sama pula.
Sedangkan enclosure yang menghasilkan kecepatan baca tulis sekitar 30 MB/s dijembatani oleh chipset JM20329 dan INIC-1618 yang patuh dengan spesifikasi SATA I sehingga mendukung S.M.A.R.T, APM, NCQ. GPL. Patuh juga dengan USB 1.1 dan USB 2.0 sehingga mendukung operasi USB Super-Speed/High-Speed tapi tidak mendukung UASP (USB Attached SCSI Protocol) serta mode hemat daya USB 2.0.
Perhatikan gambar diatas, pada kolom interface dan transfer mode. Kolom yang menunjukan USB (Serial ATA), Transfer Mode SATA/150 (Negotiated Transfer Rate) | SATA/300 (Highest Possible Transefer Rate) adalah informasi dari enclosure yang menghasilkan kecepatan baca tulis 30MB/s. Kolom yang menunjukan UASP (Serial ATA), Transfer Mode SATA/300 (Negotiated dan Highest Possible Transefer Rate) adalah informasi dari enclosure yang menghasilkan kecepatan baca tulis 100MB/s.
Kesimpulan.
Tidak dapat sembarangan dalam menentukan HDD enclosure. Sebagai pengguna HDD enclosure, Kita berhak menanyakan kepada seller tipe chipset yang diadopsi HDD enclosure yang mereka tawarkan. Sebelum melakukan hal tersebut, pastikan terlebih dahulu Kalian telah memahami spesifikasi HDD yang hendak dipasangkan ke HDD enclosure.
Saran Kami. Jika HDD berkemampuan SATA I/SATA II, kecepatan putar 5400RPM dengan cache 8MB, maka enclosure antartmuka USB 2.0 60MB/s adalah pilihan bijaksana. Tapi jika HDD yang dimiliki berkemampuan SATA II/SATA III, 7200RPM dan dengan cache 16 bahkan 32MB, maka enclosure antarmuka USB 3.0 UASP 400MB/s adalah pilihan terbaik.












